Rational Emotional Therapy SMAK St. Fransal

Larantuka, 27 Maret 2023. Sekolah Menengah Agama Katolik St. Fransiskus Asisi Larantuka mengadakan kegiatan Retreat untuk kelas XII angkatan ke tujuh. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan sekolah yang di anggap sangat penting untuk dilaksanakan yang mana dapat membantu peserta didik agar bisa bertemu diri pribadinya secara hening. Terapi emosional ini di laksanakan di Rumah Retreat Karmel Nilo Maumere yang akan di dampingi langsung oleh Pastor Pasionis dan kan berlangsung dari tanggal 27-30 Maret 2023. Ada lima puluh peserta didik kelas XII yang mengikuti kegiatan ini dan di dampingi oleh empat orang Guru. 

Kegiatan di mulai dengan pelepasan peserta Retreat oleh Kepala Sekolah di lapangan SMAK Fransal. Dalam sambutan nya, Rm. Martinus Kapitan Sogen, Pr menyampaikan bahwa saat ini semua umat Kristen sedang dalam Retreat Agung berkenaan dengan masa puasa menyambut paskah. Namun kelas XII secara khusus mendapatkan tambahan nutrisi rohani dengan retreat secara intim dalam rangka persiapan Ujian Akhir Sekolah (UAS), tetapi juga untuk pilihan hidup masa depan setelah menamatkan pendidikan nya di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. "Pertama-tama, atas nama seluruh warga sekolah SMAK Fransal, atas nama para orang tua, dan selaku pribadi saya ucapkan kepada para siswa kelas XII Angkatan ke-7, selamat menjalani retreat. Kita semua umat Katolik memang sedang dalam retreat agung berkenaan dengan masa puasa menyambut paskah. Namun kalian secara khusus mendapatkan tambahan nutrisi rohani dengan retreat khusus dalam rangka persiapan UAS, tetapi juga untuk pilihan hidup masa depan setelah tamat dari almamater ini. Kami semua, warga fransal mendukung penuh kegiatan kalian, dan mendoakan agar retreat mu berhasil baik". Ucapnya. 

Rm. Martinus juga menyampaikan beberapa  tujuan kegiatan Retreat yang dengan sengaja di laksanakan di tempat yang jauh. Bahwa yang pertama agar Peserta Retreat harus fokus dengan kegiatan ini yang berkaitan dengan Iman yang berhubungan dengan kesiapan hati. Yang ke dua Peserta di beri kesempatan untuk merefleksikan diri di setiap sesi kegiatan. Dan yang ketiga Peserta di harapkan bisa mengambil pengalaman baik dari kegiatan Retreat ini. "Terkait kegiatan retreat yang mengambil tempat agak jauh dari sekolah dan dari rumah, saya perlu sampaikan beberapa hal. Pertama, hendaknya kalian fokus pada warna kegiatan ini sebagai kegiatan rohani, pembinaan diri menyangkut hal-hal spiritual. Maka kiranya suasana yang mendukung mulai diciptakan sejak awal pemberangkatan. Hati yang damai, relasi yang baik dengan semua orang, saling memperhatikan, selanjutnya jaga ketertiban di jalan, tertib berkendaraan umum. Yang kedua, Ingatlah bahwa retreat dengan mengambil tempat agak jauh ini bukan sebuah acara piknik, bersenang-senang. Setiap sesi acara retreat diatur sedemikian sehingga membantu masing-masing kita berefleksi. Karena itu hendaknya berkomitmen dengan mentaati nya. Jangan ada yang buat aturannya sendiri. Ada 4 orang ayah bunda yang bersama kalian untuk mendampingi. Yang ketiga, supaya kalian bisa mencatat hal hal penting dari pengalaman retreat kali ini. Catatlah sebagai sebuah laporan kegiatan, siapa tahu akan menjadi sepenggal memoar dan tonggak penting dalam perjalanan hidup kalian". Tambahnya. 


Rm. Martinus juga menitipkan pesan kepada para pendamping agar bisa memperhatikan semua kebutuhan peserta Retreat baik suasana di tempat Retreat dan suasana hati mereka, juga akomodasi dan konsumsi peserta. Dia juga meminta dukungan doa bagi adik kelas X-XI untuk mendukung kakak-kakanya dengan doa. "Kepada para pendamping: frater Ama, bunda Mia, bunda Marselina dan ayah Agus, kalian adalah wakil kami, perpanjangan tangan kami yang tinggal di sini. Selamat mendampingi anak-anak kita agar retreat nya sukses. Perhatikan suasana, perhatikan pula logistik pendukung, berkomunikasi dengan pimpinan rumah retreat dan pembimbing retreat. Dan kepada seluruh warga SMAK Fransal, khususnya kelas X dan XI, marilah kita bantu kakak-kakaknya kita dengan doa juga. Beri mereka semangat, motivasi dan moril dalam kegiatan mereka ini". Tutupnya

Manusia selalu disibukkan dengan aktivitas otak dan fisik di setiap harinya. Maka kesempatan menarik diri dari rutinitas nya mesti di manfaatkan dengan maksimal. Retreat adalah satu-satunya alternatif untuk kembali kepada diri pribadi. Bertemu dengan Jiwa dan Berdamai dengan hati. Terima kasih SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka yang telah melihat kegiatan ini sebagai sebuah kebutuhan generasi Fransal agar dapat mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi tuntutan hidup yang kian rapuh. Karena mereka adalah Generasi Gereja dan Bangsa. 

*Natalia_Astri






Comments

Popular posts from this blog

FORUM KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR TAHUN 2024

Keuskupan Larantuka. Temu OMK Rayon Kota.