(Foto: Natalia Astri)

       Larantuka adalah Ibu Kota Kecamatan di Kabupaten Flores Timur. Tepatnya berada di ujung Timur Pulau Flores, yang merupakan salah satu kota kecil dengan berbagai destinasi yang tak kalah indahnya dengan destinasi-destinasi di kota lain yang berada di Provinsi NTT. Transportasi yang bisa digunakan untuk menjangkau kota Larantuka, bisa melalui transportasi udara (Bandar Udara Gewayan Tanah) bertempat di Watowiti, Desa Tiwa Tobi Kec. Ilemandiri. Dan apabila ingin menggunakan transportasi laut, maka bisa melalui pelabuhan Larantuka yang bertempat di Kelurahan Postoh Kec. Larantuka, atau Pelabuhan Feri (Jalur Kupang - Larantuka) yang bertempat di Kelurahan Waibalun Kec. Larantuka. Atau alternatif lain, bisa juga menggunakan transportasi darat, dengan memanfaatkan kendaraan roda empat atau roda dua. Rute perjalanan bisa melalui  kota Manggarai, Sumba, Bajawa, Ende dan Maumere.

(Foto: Natalia Astri)

Selain memiliki desnitasi destinasi Indah layaknya "Surga Dunia", hampir sama dengan daerah lain di Indonesia, Larantuka juga mempunyai budaya-budaya unik yang tidak kalah menariknya. Salah satu contoh budaya unik yang kental di Larantuka adalah Budaya Religius Samana Santa (Pekan Suci) Peninggalan Negara Portugis semenjak 5 abad lebih yang lalu yang masih terus di lakukan sampai dengan saat ini dan hebatnya lagi bahwa karena Budaya ini, hampir setiap Tahun banyak peziarah lokal, nasional & manca negara yang berani mengeluarkan dana yang besar untuk menikmati keindahan budaya Samana Santa ini.
                       (Foto: Natalia Astri)

       Larantuka dan daerah sekitarnya, masih kental dengan yang namanya Agama Bumi (Adat) di mana segala persoalan yang tidak bisa di selesaikan secara musyawara bisa diselesaikan secara Adat. Seperti pernikahan, perebutan tanah, fitnah, dll.
Larantuka juga menganut Budaya Patrialisme di mana posisi laki-laki di dalam adat, di dalam keluarga lebih tinggi di bandingkan dengan perempuan.

       Menurut pengalaman saya dan sharing dari teman-teman, ada beberapa teman asal Jawa yang belum mengenal pulau Flores, seperti kota Larantuka dan sekitarnya. Banyak orang berpikir bahwa Flores itu Ambon. Atau Flores itu Papua. Bukan. Flores bukan Ambon atau Papua. Di lihat dari tata letak pulau Malaku dan pulau Papua, "mereka" berada di tempat yang berbeda dan berjauhan. Walau kenyataannya memiliki budaya yang hampir sama. Seperti bahasa (Melayu), karakter (baik Pria atau Wanita sama-sama memiliki watak yang keras) dan bentuk fisik orang-orangnya juga hampir sama (hitam kulit, kariting rambut 😊).



       Walau karakter orang Flores sangat keras, tetapi mereka memiliki hati yang lembut dengan siapa saja. Apabila ada wisatawan-wisatawan yang datang dari luar daerah Larantuka bahkan dari Luar Negri, mereka dengan senang hati terbuka menerima untuk menginap di rumah mereka tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

       Larantuka (Kota Renha. Kota Maria) juga dikenal dengan sebutan "Vatikan kecil" di Indonesia. Mengapa demikian, karena mayoritas penduduk Larantuka beragama Katolik. Tetapi bukan berarti yang mayoritas menindas minoritas atau sok mengatur minoritas. Larantuka terkenal dengan "rumah" paling akur karena memberi kedamaian dan kenyamanan bagi semua yang hidup dan tinggal di sana tanpa membedakan bulu, agama, status, suku, dan warna kulit.

Saya Flores. Saya Indonesia.

Penulis,
Natalia Astri (Ina Sabu)


Comments

  1. Kren kk.. masukin lagi tentang adat dan budaya kita tentang cara berpakaian adat kita .. lagu tarian tradisi kita




    Kita flores kita indonesia,.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rational Emotional Therapy SMAK St. Fransal

FORUM KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR TAHUN 2024

Keuskupan Larantuka. Temu OMK Rayon Kota.