Tentang Pencuri yang menyebut dirinya Malaikat.
Tentang Pencuri yang menyebut dirinya Malaikat.
Kau mungkin saja sedang bahagia. Bahagia berkelimang rupiah & tak kelaparan.
Bahagia menertawakan kemewahan yang kau cipta dari kantung-kantung para tengkorak yang jiwanya kau rendam dengan api.
Kemudian kekuatanmu seperti ledakan gunung merapi yang dengan angkuh membakar gairah para buruh yang kemudian hangus menjadi debu.
Ahk...
Ntah... Seperti apa Tuhan yang kau sembah. Hingga membuatmu begitu nyaman membodohi segala mahkluk di sekitarmu termasuk tuanmu sendiri.
Lalu ada kisah lain di balik Ketuhananmu.
Tentang penindasan Hak para buruh dengan segala macam kebutuhan yang terabaikan sampai kepada kelaparan dan mengemis haknya sendiri.
Lalu semua berubah seperti penjahat yang meneriaki haknya, menelanjangi amarahnya dan yang terjadi?
Membisu. Sepi.
Penulis,
Natalia Astri (Ina Sabu)
Kau mungkin saja sedang bahagia. Bahagia berkelimang rupiah & tak kelaparan.
Bahagia menertawakan kemewahan yang kau cipta dari kantung-kantung para tengkorak yang jiwanya kau rendam dengan api.
Kemudian kekuatanmu seperti ledakan gunung merapi yang dengan angkuh membakar gairah para buruh yang kemudian hangus menjadi debu.
Ahk...
Ntah... Seperti apa Tuhan yang kau sembah. Hingga membuatmu begitu nyaman membodohi segala mahkluk di sekitarmu termasuk tuanmu sendiri.
Lalu ada kisah lain di balik Ketuhananmu.
Tentang penindasan Hak para buruh dengan segala macam kebutuhan yang terabaikan sampai kepada kelaparan dan mengemis haknya sendiri.
Lalu semua berubah seperti penjahat yang meneriaki haknya, menelanjangi amarahnya dan yang terjadi?
Membisu. Sepi.
Penulis,
Natalia Astri (Ina Sabu)

Comments
Post a Comment