Fransal dan Oktober 1928

"Bersatu dalam Bahasa menuju Fransal yang Peduli"

Karnaval Peduli

          Sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan sumpah Pemuda Tahun ini, SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka melakukan rangkaian kegiatan sederhana yang sekiranya mampu mengajak semua masyarakat Flores Timur untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar dan menumbuhkan rasa cinta akan budaya yang ada di bumi Lamaholot ini. 


Januarius Yawa Laba bersama perwakilan Guru dan perwakilan peserta Parade

           Adapun rangkaian kegiatan pada saat Karnaval Peduli adalah Parade Bhineka Tunggal Ika, persembahan Bakat minat peserta didik yaitu tarian tradisional, dance modern, atraksi Taekwondo, peragaan busana dari sampah, peragaan busana adat, Baksos dan Orasi Edukasi. Respon masyarakat Flores Timur cukup memberi kepuasan tersendiri bagi Fransal karena mereka menikmati suguhan itu dan berharap pesan-pesan yang diberikan baik secara Verbal maupun Visual dapat dipahami dengan baik. Kegiatan karnaval ini di mulai dari Kantor Kepolisian Daerah Kabupaten Flores Timur dan berakhir di gedung SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. Tidak berhenti di situ, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara Pentas Seni di Sekolah dan penyerahan hadiah dari sekolah untuk peserta didik yang menjuarai panggung kreatif yang disiapkan oleh Pantia serta peneguhan karakter dan ulasan sejarah yang hampir tertelan lupa. Tentang Ama Boleng Buto, pemuda asal Adonara yang kalah itu membawa bendera Jong Flores mewakili NTT untuk mengikuti Sidang Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah dan Janji para muda-mudi senusantara yang akrab di telinga kita dengan sebutan "Sumpah Pemuda" yang dilaksanakan di Batavia atau yang kita kenal saat ini Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928, oleh Bapak Januarius Yawa Laba. Dalam ulasannya tentang Ama Boleng Buto, ada kalimat menarik yang ia sebut dengan "Filosofi Kambing". Pada suatu peristiwa, Ama Boleng Buto mengajak anak-anaknya untuk melihat kambing peliharaannya yang ia ikat di halaman. Ia lalu bertutur "lihatlah kambing yang diikat ini. Dia hanya bisa memakan rumput sejauh tali yang terikat di lehernya. Apabila dia memakan lebih dari panjangnya tali maka ia akan mati. Kelak jika kalian bekerja, makanlah gajimu sendiri. Jangan makan milik orang lain". Pesan ini sungguh hebat. Seandainya semua Petinggi Negri menerapkan Filosofi ini maka Negara tercinta ini tidak mungkin miskin karena korupsi. 

Januarius Yawa Laba 

        Walau tidak berada di tempat, Kepala SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka mendukung penuh kegiatan ini. Beliau memberi mandat pada Ayah Jenifridus Naitili sebagai salah satu Kaurnya untuk membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Peserta didik juga Ayah Bunda karena kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan oleh SMAK Fransal dan sukses menarik perhatian masyarakat Flores Timur. 

        Suksesnya acara ini tidak terlepas dari peran instansi-instansi terkait. Kapolres Kab. Flores Timur mendukung penuh kegiatan ini dengan mendisposisikan Kasat Lantas Bapak Lorens Daton untuk mengurus lancarnya kegiatan di Lapangan dengan menugaskan Anggotanya. Dalam perannya sebagai Kadis Perhubungan Bapak Zaimen Peten Sili juga menugaskan Anggotanya untuk mengawal kegiatan Karnaval di sepanjang jalan kantor kepolisian sampai di SMAK St. Fransal Asisi Larantuka. 

        Bulan bahasa bukan bulannya anak sekolah tapi bulannya semua warga masyarakat Indonesia. Semoga dengan kegiatan ini membawa dampak hebat bagi perubahan muda-mudi Lamaholot untuk lebih peduli pada lingkungan, mencinta budayanya, dan mampu memanfaatkan bakat minatnya untuk hal-hal positif di dalam masyarakat. Dan SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka siap mengkhawal & mengantar muda mudi Fransal menuju Lamaholot yang Jaya. 

*Natalia Astri (Ina_Sabu) 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rational Emotional Therapy SMAK St. Fransal

FORUM KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR TAHUN 2024

Keuskupan Larantuka. Temu OMK Rayon Kota.