Lokakarya Penyusunan RKS SMAK FRANSAL Periode 2021-2025
Lokakarya Penyusunan RKS SMAK FRANSAL Periode 2021-2025
Hidup akan lebih layak dan lebih terhormat untuk dihidupi apabila dibuat dalam perencanaan. Walau pada kenyataannya rencana-rencana itu lalu kemudian tak berjalan mulus dalam kehidupan. Baik sebagai manusia individu, keluarga, bahkan Instansi manapun perlu adanya program-program yang mesti di lakukan dalam perencanaan pelaksanaan selama kurun waktu tertentu agar hidup lebih terarah.
Sebagai lembaga pendidikan yang baru berusia delapan tahun dengan predikat Akreditasi B oleh BAN-S/M dan dengan menyadari kekurangan serta keterbatasan sebagai lembaga yang belum punya banyak pengalaman dalam pengembangan mutu pendidikan maka SMAK Fransiskus Asisi Larantuka berusaha melihat dan mengenal kebutuhan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dengan melaksanakan kegiatan Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKS) yang dilaksanakan di Gedung SMAK Fransal selama tiga hari. Mulai dari tanggal 11-13 November 2021. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Flores Timur Bapak Martinus Tupen Payon, dan yang turut hadir dalam kegiatan RKS ini adalah Rm. Thomas Labina (Ketua Yapersuktim), Bapak Arnold Langoday (Ketua Komite SMAK Fransal) sebagai pendamping peserta RKS. Ada juga Kepala Satuan Pendidikan SMAK Fransal Rm. Martinus Kapitan Sogen, Pr yang juga berperan aktif terlibat dalam pengkhawalan jalannya kegiatan RKS. Sedangkan Panitia dan peserta kegiatan adalah semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMAK Fransal serta beberapa Calon Guru Mahasiswa PPL dari kampus IKTL.
Dalam laporan ketua Panitia, Jenifridus Naitili menyampaikan kefokusan kegiatan yang berlandas pada sembilan standart pendidikan yakni Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian dan satu penambahan Standar yakni Standar Pembiasan Budaya Satuan Pendidikan. Dan yang menjadi Identitas SMAK Fransal ada pada standar ke sembilan yakni Budaya Satuan Pendidikan.
Sebelum acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Flores Timur, dalam sambutannya Beliau sungguh mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan dukungannya pada pembentukan karakter peserta didik yang sedang diperjuangkan oleh Satuan Pendidikan yang akan tergambar pada prinan karakter peserta didik dalam kehidupan nyatanya. Dan ini menjadi tantangan bagi SMAK Fransal di tengah gelombang hidup kaum muda yang kian tak terarah oleh pengaruh arus lingkungan yang kian modern dan westernisasi.
Pada kesempatan ini Ketua Yapersuktim dalam wejangannya menyampaikan bahwa Satuan Pendidikan boleh mendapatkan printah berupa Teks (aturan administrasi dll) dari Jakarta Tetapi jangan sampai lupa bahwa harus dikondisikan dengan Kon-Teks (sikon dan situasi) di bumi Flotim ini.
Selama tiga hari, kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan berakhir dihari sabtu tanggal 13 November 2021 yang ditutup resmi oleh Kepala Satuan Pendidikan SMAK Fransal karena ke berhalangannya Bapak Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Flores Timur. Pada acara penutupan, Waka Kurikulum Yulius Wele Udjan yang diminta secara khusus menyampaikan pesan dan kesan mewakili semua peserta lokakarya ini. Beliau memberi apresiasi kepada kerja keras Panitia dalam mensukseskan kegiatan Lokakarya penyusunan RKS ini. Dan sebagai Guru Senior yang berkecimpung di dunia pendidikan selama tiga puluh dua tahun ini, beliau menyampaikan bahwa dari kelima Satuan Pendidikan tempat beliau mendedikasikan dirinya sebagai tenaga Pendidik, ini kali pertama beliau mengikuti kegiatan Lokakarya penyusunan RKS.
Sebagai Pendamping yang juga adalah Ketua Komite SMAK Fransal, pensiunan Guru, mantan Kepala Sekolah, Mantan Pengawas dan mantan Korwas, Arnold Langoday juga menyampaikan apresiasi nya Kepada Panitia penyelenggara kegiatan RKS dan menyampaikan bahwa ini kali pertama selama beliau mendampingi Satuan Pendidikan Satuan Pendidikan dalam RKS, dan SMAK Fransallah yang di dampingi hingga berakhir nya kegiatan dan mampu menghasilkan RKJM, RKT, dan RKAS.
Membuat rencana adalah langkah yang tepat dalam sebuah perjalanan. Dan membuat nya terwujud membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, kerja sama serta perjuangan dan kesabaran dalam mewujud nyatakannya. Tentunya Lembaga (SMAK Fransal), Pemerintah (Kemenag) dan Gereja (Yapersuktim) tidak berjalan sendiri. Doa Alm. Rm. Sebastianus Uran Bala Pr (pendiri sekolah dan kepala satuan pendidikan Fransal yang pertama), restu Leluhur serta Berkat Tuhan, Ayah Bunda (sebutan bagi Bapak Ibu Guru Fransal) optimistis mampu mewujudkan mimpi itu. Meningkatkan Mutu Satuan Pendidikan sesuai Visinya " SMAK Fransal yang Beriman, Berilmu, Partisipatif, dan Liberatif-Transformatif".
*Natalia Astri (Ina_Sabu)
Comments
Post a Comment