RADAM dan Generasi Peduli
RADAM dan Generasi Peduli.
Di era 21 ini, selain proses pembelajaran terpusat Di dalam kelas, banyak Lembaga Pendidikan yang sudah mulai punya kesadaran untuk menciptakan ruang belajar bagi Peserta Didiknya. Bukan hanya AQ saja yang diprioritaskan tetapi EQ dan SQnya juga di asa dengan berbagai kegiatan Sekolah. Hal ini yang kemudian mengantar para Guru dan Peserta Didik SMPS Katolik Ratu Damai Waibalun hadir mengantar Kado Natal serta membagi Kasih untuk saudara/i nya di Panti Anak Cacat (PAC) Pater Damian Weri. Kegiatan ini di kemas oleh OPDIS dan tentunya didukung penuh oleh para Guru dan Suster Kepala. Ada duapuluan perwakilan Peserta didik Radam beserta delapan Guru dan dua orang Suster yang hadir di Panti. Dalam kunjungan itu banyak buah tangan yang di bawa beserta makanan yang disiapkan secara sederhana dan disantap dengan penuh hikmat oleh semua yang hadir di sana. Sebagai rasa terimakasih atas kehadiran Radam, Polikarpus salah satu anak Tuna Netra di Panti itu menyanyikan sebuah lagu. Ada rasa haru yang mendalam ketika mendengar suara dan frase-frase yang dilantunkannya.
Dalam sambutannya saat menerima keluarga besar Radam, Kepala PAC Damian Weri, Sr. M. Vianny, PRR menyampaikan rasa haru dan terimakasihnya atas kunjungan ini. Beliau menyampaikan bahwa ada 6 anak Panti yang Tuna Rungu wicara. 1 orang tuna Daksa dan sebagaian lainnya Tuna Grahita. Total anak yang tinggal di dalam Panti ada 38 orang.
Sedangkan pada saat Kepala SMPS Katolik Ratu Damai Waibalun diberi kesempatan untuk memberi wejangan, Sr. Yasinta menyampaikan rasa syukurnya karena mereka telah diterima dan diberi kesempatan untuk belajar di Panti ini. Beliau juga cukup berbangga pada Opdis karena atas prestasi kerjanya yang mampu menjawabi visi-misi mereka pada saat melakukan kampanye pemilihan Opdis.
Kegiatan ini dirancang oleh Opdis dan di dampingi oleh Guru muda berbakat Mateus Sukun yang terus memberi dorongan dan mendukung Peserta didik agar mampu mengasah rasa kepedulian mereka terhadap orang-orang disekitarnya. Hal ini kemudian ditegaskan oleh Suster Kasek lagi bahwa harapan dari kunjungan ini adalah agar peserta didik lebih merasa bersyukur dari apa yang sudah ia miliki. Pada kesempatan ini Suster Kasek juga memperkenalkan Ketua dan Wakil ketua Opdis dan meminta mereka untuk menyampaikan pesan dan kesan mereka. Andros Dawan (Ketua Opdis) mengisahkan rasa ibahnya ketika ia berada di Ende dan mendapat kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman yang dilahirkan tidak sesempurna dia. Pengalaman ini dikisahkan dengan cucuran air mata yang tidak bisa dibendungnya. "saya sedih melihat teman-teman seperti itu. Saya biasanya jalan pesiar dengan menggunakan kaki, tapi mereka pakai kursi roda dan tidak bisa kemana-mana". Kata Andros. Wakil ketua Opdis (Key Bisilisin) pun mengungkapkan rasa syukurnya karena walau ia tidak diciptakan secara sempurna, ia masih dibekali keadaan fisik yang lebih sempurna di banding teman-temannya yang ada di Panti itu.
Menurut kebanyakan orang, mungkin ini hal yang biasa saja. Tetapi jika hal sedewasa ini di lakukan oleh anak Remaja maka ini adalah bagian terhebat yang mampu mengajari mereka untuk menjadi lebih dibanding remaja lain yang lebih peduli pada dirinya sendiri, keluarganya sendiri, dunianya sendiri dan Gamenya.
Proficiat untuk Guru dan Peserta didik RADAM.
@Natalia_Astri
Wakil ketua OPDIS nya Key Bisilisin Guru.
ReplyDeleteTerima kasih sudah menulis ini Guru.
Terimakasih Guru. Siap diganti Guru.
ReplyDelete