Festival Keagmaan Katolik Sekolah Menengah Agama Katolik tingkat Regio Flores Bagian Timur

Larantuka, Festival Keagmaan Katolik Sekolah Menengah Agama Katolik tingkat Regio Flores Bagian Timur adalah ajang pengeksplorasian diri yang diberikan khusus oleh Kementrian Agama dalam hal ini Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kementrian Agama Wilayah Nusa Tenggara Timur, Bapak Adrianus Paripurna Jaya kepada seluruh Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) di NTT. 

        Kegiatan Festival Keagmaan Katolik ini telah terlebih dahulu dilakukan di tingkat Satuan Pendidikan. Yang mana masing-masing Sekolah membagi peserta didiknya dalam beberapa kelompok kemudian dilakukan perlombaan ditingkat Satuan Pendidikannya lalu dinilai oleh juri yang dianggap kompeten dibidangnya. Setelah mendapatkan hasil siapa yang terbaik maka dia akan disiapkan lagi secara matang untuk diutus ke tingkat Regio. Tujuan nya agar peserta didik yang mengikuti lomba tingkat regio tidak kaget mental karena sudah dipersiapkan ditingkat Satuan Pendidikan. Adapun mata lomba yang disediakan adalah Lomba membacakan Kitab Suci, Penuturan Kitab Suci dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Cerdas Cermat, Paduan Suara dan Mazmur.

        Sedikitnya tujuh SMAK yang berada diwilayah Flores bagian Timur, yaitu: SMAK Santo Benediktus  Pelue, SMAK Santo Petrus Kewapante, SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere, SMAK Santo Yakobus Rasul Lewoleba, SMAK Santa Maria Imacculata Adonara, SMAK Santo Mikhael Solor, SMAK Santo Fransiskus Asisi Laantuka. Tentunya ketujuh SMAK ini telah memiliki jagoan nya, peserta terbaiknya yang telah lolos ditingkat Satuan Pendidikan untuk berkompetisi secara sehat ditingkat Regio Flores bagian Timur.

        Adapun tujuan kegiatan ini adalah memberi ruang bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menyalurkan bakatnya kepada peserta didik juga sebagai ajang untuk memaksimalkan kemampuan atau bakat minat peserta didik. Kompetisi ini juga merupakan alat untuk bersilahturahmi, memanjangkan tali persaudaraan bagi sesama yang bernaung di bawah payung Kementrian Agama dan saling mendukung satu sama lain sebagai saudara dan saudari, memberi apresiasi bagi yang menang dan iklas jika kalah.

        Persiapan kegiatan ini terbilang singkat karena terbentur waktu kegiatan Festival di masing-masing Satuan Pendidikan dan jadwal Ujian Akhir Satuan Pendidikan untuk kelas XII. Namun sebagai tuan rumah, Panitia juga harus mempersiapkan segala sesuatu ditingkat Regio. Yang tergabung dalam kepanitiaan adalah ketiga SMAK yang ada di kabupaten Flores Timur yaitu SMAK Fransiskus Asisi Larantuka, SMAK Immaculata Adonara dan SMAK Michael Solor. Yang diketuai oleh Rm. Boni Hurint kepala SMAK St. Michael Solor. Pembentukan kepanitiaan ini juga melibatkan pihak dari Kementrian Agama Kabupaten Flores Timur.

        Kegiatan berlangsung dari tanggal 12 sampai 14 Mei 2022. Pada acara Pembukaan dimulai dengan Apel Pelepasan peserta oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Flores Timur di Lapangan Lebao - Larantuka ditandai dengan pembakaran obor, pengangkatan empat Bendera utama (Bendera merah putih, bendera Vatikan, Bendera Tutwuri Handayani, dan Bendera Kementrian Agama) serta Penghormatan kepada Pancasila dan Kitab Suci. Ini adalah simbol bahwa kemanapun kita pergi kita adalah manusia Indonesia yang tetap mencintai Pancasila dan Merah Putih, bahwa bendera Vatikan adalah lambang Kekatolikan, Bendera tutwuri Handayani sebagai lambang semangat kependidikan di Indonesia yang harus terus digenggam oleh Putra-putri  SMAK untuk disadari bahwa kita wajib belajar pada siapa saja, dengan siapa saja, dan di mana saja karena semua kita adalah Guru dan semua kita adalah siswa. Sedangkan bendera Kementrian Agama adalah payung terteduh yang akan selalu setia mendukung segala hal demi kemajuan bangsa dan memfasilitasi segala kebutuhan putra-putri SMAK Indonesia. Dan Bahwa Alkitab adalah Dasar Hidup orang Katolik yang juga menjadi sumber Festival Keagamaan Katolik. Serta Api semangat yang disimbolkan nyala obor itu akan terus dihangatkan dalam balutan Budaya peninggalan nenek moyang yang disimboli pakian adat.

        Acara dilanjutkan dengan Parade Moderasi Beragama dan budaya. Titik stratnya di Lapangan Lebao hingga ke Gedung OMK Keuskupan Larantuka. dalam Parade tersebut didukung juga oleh Drum Band dari SMAK Sta. Maria Immaculata Adonara dan MAN 1 Flores Timur. Sesampainya di Gedung OMK, dilanjutkan dengan Sapaan Adat oleh tua Adat, pengalungan sebagai simbol ucapan selamat datang dan terima kasih, dilanjutkan dengan tarian Hedung dan Tapotele untuk mengantar para tamu undangan dan peserta ke dalam Gedung OMK. Kegiatan dibuka dengan Resmi Oleh Yang Mulia Bapak Uskup keuskupan Larantuka di tandai dengan pemukulan Gong. Beliau di dampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Katolik, Sub Koordinator sekolah dan Keagmaan serta Sub Koordinator Sistem Informatika Kementerian Agama Wilayah Nusa Tenggara Timur, juga Kakanmenag Kabupaten Sikka beserta jajarannya, Kakanmenag kabupaten Flores Timur beserta jajarannya dan Kakanmenag kabupaten Lembata yang diwakili oleh kepala Seksi Pendidikan Katolik dan jajarannya. 

        Dalam laporannya, RD. Bonni Hurint selaku ketua Panitia kegiatan, beliau menyampaikan bahwa "dalam rangka mengimplementasikan pendidikan keagamaan Katolik pada SMAK maka kegiatan Akbar Festival Keagamaan Katolik ini wajib dilaksanakan. adapun tujuan yang ingin dicapai adalah berusaha untuk membentu, membina, dan mengahasilkan Pendidikan Karakter, menginternalisasikan pendidikan keagamaan yang sudah didapatkan di dalam ruangan kelas, juga berusaha untuk menggelorakan moderasi beragama bagi peserta didik. Dan tujuan pendukung lainnya adalah menjalin persaudaraan dan persahabatan diantara Peserta kegiatan, juga berusaha mengangkat nilai-nilai kearifan lokal budaya yang ada di dalam Lembaga Pendidikan SMAK". Ujarnya. 

         Pada moment yang sama juga, dalam sambutan Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kementrian Agama Wilayah Nusa Tenggara Timur menyampaikan bahwa "Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu wadah yang diseting untuk kepentingan Generasi muda. Karena mereka harus disiapkan untuk menjadi kuda-kuda hebat supaya mempunyai daya struggle atau daya Juang agar mereka bisa menemukan bagaimana caranya bisa bertahan saat bertarung karena dunia kita saat ini sedang masuk dalam situasi yang agak sedikit keras sehingga kita harus bersaing karena persaingan itu tidak main-main. Oleh karena itu di SMAK kita berupaya untuk memberi inspirasi agar mental struggle peserta didik SMAK mulai bisa dibentuk dari sekarang. Dan karena itu pula wadah Festival Keagamaan ini dilakukan dengan tujuan untuk berjuang memberi ruang kepada peserta didik agar mampu mengaplikasikan teori yang selama ini didapatkan di dalam ruang kelas lalu diekspresikan melalui praktek-praktek yang berdampak pada pengembangan dirinya. Karena ini yang akan di bawah di dalam kehidupan bermasyarakat. Bahwa Putra-putri SMAK mesti siap ketika dibutuhkan. Harapannya adalah Putra-putri SMAK bisa menjadi laboratorium dimana sudah diujicoba kualitas dirinya sekaligus bengkel tergembleng Generasi kader Katolik yang berguna bagi diri, keluarga, Gereja dan Bangsa" Tangkasnya. 

         Sebelum kegiatan dibuka dengan resmi oleh yang Mulia Bapak Uskup, dalam sambutan nya beliau menyampaikan bahwa "Walaupun jalan saya agak tertatih tatih tetapi hati saya sangat Tegar karena bangga melihat generasi Gereja dan Bangsa pada wajah Putra-putri SMAK. Harapan nya bahwa semoga dengan kegiatan ini dapat membangkitkan rasa kebanggaan yang didasari oleh iman kepercayaan sebagai anak-anak Allah yang mendapat panggilan khusus untuk menjadi Garam dan Terang Dunia lewat Lembaga Pendidikan SMAK yang dibuka kesempatannya lewat ruang Festival Keagamaan Katolik ini". Ujarnya. 

          Setelah Kegiatan dibuka dengan resmi oleh yang Mulia Bapak Uskup, acara dilanjutkan dengan perlombaan membacakan kitab suci. Pada hari ke dua semua peserta mengikuti perlombaan penuturan Kitab Suci dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Setelahnya dilanjutkan dengan cerdas cermat kemudian ditutup dengan perlombaan Paduan Suara dan Mazmur. Pada hari kedua itu dijadwalkan oleh panitia untuk dilakukan kegiatan Rekoleksi bersama yang dibawakan oleh RD. Eman

          Pada hari Sabtu, tanggal 14 Mei 2022 dilaksanakan seremonial penutupan Festival Keagamaan Katolik yang ditandai dengan pencabutan Bendera dan penghormatan kepada Alkitab dan Pancasila sebagai tanda bahwa peserta didik siap diutus kemanapun mereka pergi. Pada acara penutupan, peserta didik diberi kesempatan untuk sharing pengalaman selama kegiatan. Pada kesempatan itu Firno salah satu peserta didik asal Larantuka yang bersekolah di SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere menyampaikan bahwa ia turut berbangga diri karena menjadi bagian dari SMAK dan mendapatkan ruang selebar-lebarnya untuk mengenal dirinya. Ia juga menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini mereka bisa saling mengenal saudara-saudarinya dari SMAK lain. Sebelum kegiatan ditutup dengan resmi oleh Bapak Kepala Bidang Pendidikan Katolik Beliau menyampaikan apresiasi bagi masing-masing Kepala SMAK, para Guru dan peserta didik yang telah dengan hebat berkompetisi di ajang ini. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia Festival Keagamaan Katolik tingkat Regio Flores bagian Timur. 

         Untuk informasi agar bisa dikonsumsi bersama bahwa Lomba Kitab Suci dijuarai oleh: SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere menempati urutan satu. Juara dua oleh SMAK St. Michael Solor, Juara tiga oleh SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. Dan untuk Kejuaraan Lomba Penuturan Kitab Suci dengan menggunakan bahasa Indonesia dijuarai oleh: SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka mendapatkan posisi pertama, posisi kedua di tempati oleh SMAK St. Yakobus Rasul Lewoloba dan posisi ketiga ditempati oleh SMAK St. Petrus Kewapante. Sedangkan lomba Penuturan Kitab Suci dengan menggunakan bahasa Inggris dijuarai oleh SMAK St. Mikhael Solor, juara dua oleh SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere dan juara tiga oleh SMAK St. Yakobus Rasul Lewoloba. Dan untuk perlombaan Cerdas Cermat diungguli oleh SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere, pada tempat kedua dijuarai oleh SMAK St. Benediktus Pelue, dan pada posisi ketiga di tempati oleh SMAK Sta. Maria Immaculata Adonara. Sedangkan untuk perlombaan Paduan suara yang tampil sungguh memukau dan menyihir para juri dan penonton berhak memperoleh angka tertinggi pada perlombaan itu adalah SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere, juara dua oleh SMAK St. Yakobus Rasul Lewoloba, dan posisi ketiga oleh SMAK St. Maria Immaculata Adonara. Dan pada mata lomba terakhir yang ditampilkan adalah Perlombaan Mazmur dan dijuarai oleh SMAK Sta. Maria Immaculata Adonara, pada juara dua ditempati oleh SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere, dan juara ketiga adalah SMAK St. Benediktus Pelue. 

       Apresiasi yang mendalam bagi semua pendamping dan peserta didik. Terkhusus SMAK Sta. Maria Monte Carmello Maumere yang telah dengan hebat mempersiapkan peserta didik nya dengan sangat serius sehingga mampu memboyong lima Piala pada kelima mata lomba dan menjadi pengisi acara andalan dengan ciri khas musik kampungnya. 

       Kegiatan hebat ini bertujuan untuk mempraktikkan segala teori yang telah didapat di dalam kelas, juga sebagai ruang belajar yang hebat untuk mempelajari kekurangan sendiri dan mencuri kelebihan saudara-saudari dari SMAK lain. Ajang ini juga sebagai wadah silahturahmi dan penyambung tali persaudaraan diantara Putra-putri SMAK juga Ayah Bundanya. 

      Adapun bekal yang didapatkan dalam Festival ini adalah bagaimana kita bisa belajar untuk mendukung yang menang dan ikhlas jika kalah. Tidak mengolok yang buruk dan memuji yang bagus. Karena semua peserta adalah juara. Dan Guru juga membutuhkan ruang-ruang seperti ini untuk membuktikan kualitas dirinya. Bahwa ia hadir disekolah tidak hanya sekedar ada untuk mengajar tetapi bagaimana ia mampu mendonorkan bakatnya kepada peserta didik nya karena Guru yang kreatif akan menciptakan peserta didik yang Produktif. 

*Natalia_Astri (Ina Sabu) 

Comments

Popular posts from this blog

Rational Emotional Therapy SMAK St. Fransal

FORUM KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR TAHUN 2024

Keuskupan Larantuka. Temu OMK Rayon Kota.