ANBK SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka Tahun 2022
Larantuka, Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau biasa disingkat ANBK pada SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka diselenggarakan tepat pada tanggal 31 Agustus - 01 September 2022 di Gedung SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka.
Kegiatan di mulai dengan Apel pembukaan dan pimpin langsung oleh Bapak Yosef A. Babaputra, S. Fil, MM, selaku Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Flores Timur. Yang pada kesempatan itu pula dihadiri oleh Bapak Adrianus B. Haliwala, S. Ag Selaku Kasi Pendidikan Katolik Kantor Kementrian Agama Kabupaten Flores Timur dan Rm. Martinus Kapitan Sogen, Pr selaku Kepala SMAK Fransal dan semua Guru, Pegawai, Pengawas ANBK serta Guru PPL dari Kampus IKTL.
Dalam Laporannya, Katharina Katona Da Costa selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa ANBK adalah salah satu alat yang digunakan Pemerintah dalam mengukur kualitas Pendidikan di Indonesia. "ANBK merupakan Inovasi terbaru terkait penjamin mutu pendidikan yang dalam penerapannya dirancang untuk menghasilkan informasi akurat sebagai refleksi dan umpan balik terhadap kualitas belajar mengajar dalam hal Kognitif yaitu Literasi dan Numerasi serta Karakter. Adapun peserta yang terpilih secara random berjumlah empat puluh lima orang yang terbagi dalam tiga sesi. Dengan jumlah lima belas orang persesi dan empat orang sebagai cadangan manakala peserta utama mengalami kendala" Jelasnya.
Ada lima belas leptop yang digunakan peserta didik dalam ANBK tahun ini. Di mana Laptop-leptop ini merupakan bantuan Hibah dari PT. Telkom kepada SMAK Fransiskus Asisi Larantuka yang sejak awal memang belum memiliki leptop sebanyak ini. Berlimpahan Terima kasih khusus pihak Sekolah sampaikan kepada PT. Telkom yang sudah mendukung melancarkan kegiatan ANBK saat ini dan segala kegiatan Sekolah yang berhubungan dengan Teknologi Informasi di SMAK Fransiskus Asisi Larantuka.
Dalam sambutannya sebelum membuka dengan resmi kegiatan ANBK, Bapak Kakanmenag menyampaikan Apresiasi kepada pihak sekolah yang sudah menyelenggarakan kegiatan KBM selama tahun pelajaran 2021/2022 sampai saat ini memasuki tahun pelajaran 2022/2023 hingga hari ini menyelenggarakan ANBK.
Menurut nya Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK 2022 merupakan program penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan di jenjang dasar dan menengah. Sedangkan Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan Setidaknya ada tiga instrumen penilaian dari ANBK adalah sebagai bagian dari evalusi pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu:
1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Instrumen penilaian ANBK adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AMK). AKM akan diikuti oleh peserta didik yang tujuan utamanya untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif.
Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Sedangkan Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
2. Survei Karakter
Instrumen penilaian ANBK adalah melakukan survei karakter. Survei karakter sebagai instrumen penilaian ANBK diikuti oleh peserta didik dan guru untuk mengukur sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar nonkognitif.
3. Survei Lingkungan Belajar
Instrumen penilaian ANBK adalah melakukan survei lingkungan belajar. Pelaksanaan survei ini, diikuti oleh kepala satuan pendidikan guna mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.
Monitoring ANBK Oleh Kakanmenag beserta jajarannya dan Kepala SMAK Fransal
ANBK bukan sekadar menjadi proses pemetaan sistem pendidikan dan memajukan pendidikan, tetapi lebih dari itu. Ada empat hal penting yang berasal dari turunan instrumen penilaian sebagai titik akhir tujuan ANBK:
1. Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar
Tujuan ANBK adalah meningkatkan kualitas belajar mengajar. Adanya ANBK, dapat mengetahui perbaikan kualitas belajar-mengajar yang mana yang perlu ditingkatkan lagi. Apabila proses belajar mengajar berjalan dengan baik tentunya hasil belajar murid juga akan maksimal.
2. Meningkatkan Kemampuan Literasi
Tujuan ANBK adalah meningkatkan kemampuan literasi bagi peserta. Melalui ANBK, dapat diukur sejauh mana kemampuan literasi membaca setiap peserta. Hal ini tentu dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi masing-masing peserta.
3. Meningkatkan Kemampuan Numerasi
Tujuan ANBK adalah meningkatkan kemampuan numerasi peserta. Melalui ANBK, dapat diukur kemampuan numerasi setiap peserta. Hal ini tentu dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk dapat meningkatkan kemampuan numerasi masing-masing peserta.
4. Menganalisa Karakter
Tujuan ANBK adalah memaksimalkan analisa karakter peserta didik. Melalui ANBK, dapat dianalisa hasil belajar social-emosionalmasing-masing peserta. Analisa karakter peserta diukur dari beberapa aspek profil belajar pancasila". Tandasnya.
ANBK berjalan dengan baik dan lancar. Semua pihak bekerja secara maksimal sehingga sejauh ini tidak terjadi kendala yang menghambat kegiatan ANBK hari ini.
*Natalia_Astri











Comments
Post a Comment