Bingkisan Kado SMAK Fransiskus Asisi Larantuka untuk 1928

"Bersatu dalam Bahasa menuju Fransal yang Peduli"

Penuturan cerita rakyat dari Lewokluok

        Demikian Tema bulan bahasa yang diusung oleh SMAK Fransal dalam bingkisan kado sebagai rasa Terimakasih yang dikemas dalam beberapa acara sederhana yang dipersembahkan secara khusus untuk para Pemuda-pemudi zaman itu yang mampu mempersatukan Negara Indonesia dan mempertaruhkan nyawanya untuk mengusir para penjajah dari Pertiwi manis ini. 

       Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk membangun rasa cinta peserta didik terhadap bahasa Persatuan, mengenal lebih dekat dan berusaha bersahabat dengan budaya Flores Timur serta menumbuhkan rasa tahu malu jika tenggelam dalam zaman modernisasi. Apalagi melupakan sejarah yang diukir dengan peluh dan darah para pendahulu kita.

        Perlombaan diadakan di Aula Sederhana SMAK Fransal pada tanggal 21-23 Oktober. Teknisnya di lapangan adalah Sekolah memotong jam efektif sehingga perlombaan tidak mengganggu hari efektif Sekolah. 

        Adapun ruang lomba yang disiapkan oleh Ayah Bunda (Panggilan bagi Guru-guru di SMAK Fransal) adalah Mendongeng, Baca Berita, Narasi Bahasa Inggris, serta 1 paket Budaya yakni Cerita rakyat + tarian dari daerah yang di angkat. Paket Budaya ini di pilih dari daratan Flores Timur. Yakni Larantuka, Adonara dan Solor. Dan yang menjadi Master of Ceremony dalam setiap kegiatan itu adalah siswa-siswi Fransal sendiri. Semua siswa antusias untuk terlibat. 

        Tentunya suksesnya acara ini tidak terlepas dari sokongan Kepala Sekolah Rm. Martinus Kapitan Sogen, Pr dan semua Ayah Bunda di sekolah ini yang di ketuai oleh Bunda Ira Da Costa. 

Perwakilan program IIS

 

Perwakilan Program IBB

       Dalam acara lomba penuturan cerita rakyat yang diangkat dari daerah Solor, ada kisah yang menyelekit hati. Pada jam 07.30an ada seorang Ibu yang mengaku datang dari Solor untuk mengantar segala aksesoris yang dibutuhkan untuk perlombaan. Ibu Ani Kwuan, beliau di sapa demikian. Ia menitipkan dua orang putri kandungnya untuk dididik di SMAK Fransal. Anak yang tertua duduk di kelas XII IBB dan yang satunya lagi duduk di kelas XI IBB. Kedua siswa tersebut akan tampil mewakili program studi mereka. Kehadiran Ibu Ani bukan hanya untuk mengantar segala sesuatu yang dibutuhkan untuk lomba tetapi juga ingin melihat anaknya tampil. Suasana seperti ini yang kemudian menyedot perhatian semua warga SMAK Fransal bahkan ada Ayah Bunda yang menitipkan air mata haru di atas pelataran Sekolah. Pemandangan seperti ini yang mulai jarang kita lihat di beranda-beranda Sekolah zaman ini. Kebanyakan orang tua hanya datang menitipkan anaknya untuk mengejar nilai saja tanpa mau tahu bagaimana perkembangan motorik anaknya. Sehingga sebagai bentuk rasa terimakasih Sekolah terhadap Ibu Ani, sekolah memberi beliau kesempatan untuk tampil bersama kedua anaknya yang disaksikan oleh semua warga SMAK Fransal dan mendapat kesempatan foto bersama peserta lomba, para juri dan Kepala Sekolah. Seandainya semua orang tua tidak hanya peduli pada keadaan SPP anaknya atau nilai akademisnya saja. Mungkin bumi Lamaholot ini bahkan Indonesia Manis ini, tidak penuh dengan orang pintar yang hanya pandai beretorika saja. 


Ibu Ani dan kedua Putrinya

   Acara perlombaan memang telah usai dilaksanakan pada tanggal 23 kemarin. Tetapi akan ada acara puncak di tanggal 28 Oktober 2021. Dengan rincian kegiatan, akan ada Parade Bhinneka Tunggal Ika + pemanfaatan limbah sampah (akan ada penampilan dari model-model cantik dan tampan yang menggunakan pakian dari sampah + aksesoris-aksesorisnya), juga akan ada tarian tradisional, tarian modern, dan Orasi Edukasi. 

Perwakilan Program MIA

        Manusia akan benar-benar hidup dan bahagia apabila ia mengenal siapa dirinya. Dari beranda rumah Fransal, melalui panggung yang sederhana ini, Ayah Bunda siap menghantar anak-anak untuk mengenal jiwa mereka masing-masing. 

Salam Lamaholot! 

*Natalia Astri (Ina_Sabu) 



Comments

  1. Semangat sister... Butuh nyali dan kejeniusan untuk menjadi Bunda yang bijak.

    ReplyDelete
  2. Ulasan yang bagus. Satu hal yang sangat menarik adalah kehadiran orangtuanya murid dari Solor untuk melihat dan mendukung penampilan anak anaknya. Luar biasa. Semoga kehadiran ortu ini menyentuh hati dan menyulut semangat semuai murid dalam membangun masa depan melalui Fransal. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... Si kaka...
      Terimakasih banyak sudah berkunjung kak..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rational Emotional Therapy SMAK St. Fransal

FORUM KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR TAHUN 2024

Keuskupan Larantuka. Temu OMK Rayon Kota.